Ya Allah, terlalu kotor diri ini untuk menyentuh Mu. Tapi pada siapa aku harus menghambakan jiwa ini di sudut bumi yang kian memanas?. Kemana lagi harus kugantung resah ini di sisi hidup yang kian tak bermakna. Aku cemburu pada mereka yang hatinya kau tetesi hidayah, aku cemburu pada mereka yang kekayaannya terlapisi berkah dan aku teramat cemburu pada mereka yang kehidupannya disinari Iman. Aku ingin seperti mereka, Ya Allah... Aku ingin, meski terlalu kecil jiwa ini di hadapanmu. Terlalu hina diri ini di kakiMu. dan terlalu jauh hati ini dari tanganMu. Jangan jadikan aku bagian dari orang2 yang aku ingin marah ketika mereka menjauhiMu, mengabaikan perintah2Mu padahal mereka berkata bahwa mereka percaya hanya Enggkaulah pemilik segala yang ada di bumi dan langit ini.

12.15.2008

Yang Lahir dan Yang Bathin







Tak ada yang bisa aku tutupi

Segalanya engkau tahu

Di tiap helai yang tumbuh dan gugur dalam jiwaku

Di tiap tetesan gerimis senduku

Di tiap buncahan tawaku

Pekat dan putihnya sanubariku

Gerakanku...

segalanya

Yang lahir dan yang bathin

Selalu kau tahu

Selalu Kau temukan aku
Dimanapun aku aku

Tak ada yang bisa aku tutupi


Awal dan akhirku

Ada dan tiadaku

Sepenuhnya kini aku mengerti

Tiada guna menjauh pergi

Sepenuhnya percaya

Kuikuti Engkau kini

Apapun

Kapanpun

Di manapun

Hanya Engkau Ya Allah




Oleh : Ita Radhyaningsih

0 comments:

Posting Komentar

 
© 2008 Por FakThuL JannaH