Ya Allah, terlalu kotor diri ini untuk menyentuh Mu. Tapi pada siapa aku harus menghambakan jiwa ini di sudut bumi yang kian memanas?. Kemana lagi harus kugantung resah ini di sisi hidup yang kian tak bermakna. Aku cemburu pada mereka yang hatinya kau tetesi hidayah, aku cemburu pada mereka yang kekayaannya terlapisi berkah dan aku teramat cemburu pada mereka yang kehidupannya disinari Iman. Aku ingin seperti mereka, Ya Allah... Aku ingin, meski terlalu kecil jiwa ini di hadapanmu. Terlalu hina diri ini di kakiMu. dan terlalu jauh hati ini dari tanganMu. Jangan jadikan aku bagian dari orang2 yang aku ingin marah ketika mereka menjauhiMu, mengabaikan perintah2Mu padahal mereka berkata bahwa mereka percaya hanya Enggkaulah pemilik segala yang ada di bumi dan langit ini.

12.12.2008

Menjadi Dewasa






"Jadi tua itu pasti, jadi dewasa itu pilihan"

Kata-kata itu terus menggelayut dan mengganggu pikiran mas furqon :D.
kalau dipikirkan dan direnungkan jelas besar artinya. Sebuah ironisme diberikan dalam slogan poster iklan tersebut mengingat kita kadang lupa atau bahkan tidak tahu kapan kita telah berada pada fase dewasa dalam hidup ini.

seorang bayi akan tumbuh menjadi anak-anak, kemudian mengalami masa pubertas pada usia remaja dan perlahan beranjak dewasa, yang selanjutnya menuju masa tua. Secara fisik memang mengetahui apakah kita telah dewasa atau belum. Berdasarkan tingkatan usia seseorang akan memasuki masa dewasa ketika berumur 18 th keatas dan akan mencapai puncak kedewasaan yg sempurna saat usia 40 th. Tetapi menilai kedewasaan dari umur dapat menyebabkan kita salah mengambil kesimpulan. kalau g salah seperti salah satu orang ini yaitu Lois Hoffman mengemukakan dalam bukunya developmental psychologi today bahwa usia kronologis seseorang tidak banyak membantu kita untuk memastikan seseorang dewasa atau tidak. kalau g salah, masih ragu beli bukunya aj heheheh


ok lanjut,, pertanyaan nih "Bagaimana menjadi dewasa ?

wah sedikit cerita nih :D so waktu itu fa buka friendster terus g sengaja klik punya mas furqon alhami,, kenapa fa klik,,karena namanya bagus :">
ternyata Allah SWT malah mengizinkan kami chat,,wah g nyangka kan ..hehehehe
sampailah pada postingan ini,, pd waktu fa ama mas furqon chat,,mas furqon bilang kalau kata teman2nya dia kaya anak2,,alias belum dewasa :))
singkat cerita, langsung aj fa janji ama mas furqon mau postingin tentang kedewasaan, nah buat mas furqon simak baik2 y ..:D

menjadi dewasa tentu butuh proses. Kedewasaan sangat erat kaitannya dengan kemampuan menghadapi berbagai peristiwa dan mengambil keputusan dengan sebaik-baiknya, sesuai dengan masalah yg sering di hadapi sesuai dengan tingkat usianya. Barulah fa sadari bahwa ketika kita berhadapan dengan berbagai pilihan, pada saat itu pulalah kita belajar untuk lebih dewasa, karena memilih membutuhkan kekuatan psychologis yg lahir menjadi bentuk-bentuk pertimbangan, penilaian, pertanggungjawaban, kelapangan hati dan kebijaksanaan. Kalau kita bisa mengendalikan dan mewujudkan semua itu bisa dipastikan bahwa kita mulai tumbuh dewasa (dalam bersikap).

Sikap dewasa ini memang kita perlukan sebagai icon telah matangnya pribadi kita.
Kematangan pribadi ini akan menghasilkan kesatuan kepribadian yg khas. Apabila saat ini kita merasakan bahwa kita sudah tidak punya kepribadian, maka kita harus bertanya lagi pada diri sendiri, apakah kita memang telah tumbuh dewasa dalam bersikap ? Jangan-jangan kita merasa dewasa hanya karena usia atau mungkin di dewasakan oleh benda-benda seperti kosmetik, busana, model rambut, uang, mall, bioskop, HP, [-X
Secara luas banyak hal yg harus kita sikapi terutama berkaitan dg nilai, aturan, hukum, dan jati diri sebagai bangsa yg mandiri.

oy seingat fa di buku indahnya pernikahan dini (Moh.Fauzi Adhim, 2002) ada satu hal yg menarik berkenaan dg kedewasaan, yaitu sebuah penelitian yaitu tentang apa yg membuat seseorang menjadi lebih dewasa yg dilakukan oleh Hoffman memperoleh hasil yg cukup mengejutkan. Ternyata yg paling berpengaruh terhadap kedewasaan adalah peristiwa ketika kita menikah dan menjadi orang tua. Fa rasa dalam kehidupan rumah tangga tentunya punya tuntutan untuk menjadi lebih dewasa dalam berfikir, bertindak dan bersikap semakin besar. Karena pernikahan bukan hanya menyatukan dua sosok manusia tetapi lebih dari itu, pernikahan mempertemukan dua hati, dua kebiasaan, dua pengalaman hidup, dua karakter berbeda, sehingga akan muncul proses saling menghargai, memahami, menilai, melengkapi, yg itu semua membutuhkan sikap arif dan bijaksana. Sehingga menjadi dewasa merupakan pilihan, Kedewasaan tidak datang tiba2, ia membutuhkan proses dan upaya yg sungguh2 dari kita sendiri sebab, usia tidak datang dengan sendirinya agar menjadi kita dewasa.

Sekarang yg kita harus lakukan adalah mengubah diri sendiri saja, Dimulai dari memahami proses hidup yg sedang kita jalani. Mencoba menghadapi masalah dengan bijak, banyak merenung dan berintropeksi diri, menghargai orang lain, memperkaya diri dengan ilmu, menggali potensi diri, mensyukuri nikmat yg telah diberikan, menumbuhkan benih-benih kasih sayang pada sesama, bersikap rendah hati, dan jangan lupa selalu mengingat Allah SWT.

Alhamdulilah janji fa ke mas furqon telah terlaksana, tinggal mas baca aj
[-O<

Wassalamulaikum

0 comments:

Posting Komentar

 
© 2008 Por FakThuL JannaH