Ya Allah, terlalu kotor diri ini untuk menyentuh Mu. Tapi pada siapa aku harus menghambakan jiwa ini di sudut bumi yang kian memanas?. Kemana lagi harus kugantung resah ini di sisi hidup yang kian tak bermakna. Aku cemburu pada mereka yang hatinya kau tetesi hidayah, aku cemburu pada mereka yang kekayaannya terlapisi berkah dan aku teramat cemburu pada mereka yang kehidupannya disinari Iman. Aku ingin seperti mereka, Ya Allah... Aku ingin, meski terlalu kecil jiwa ini di hadapanmu. Terlalu hina diri ini di kakiMu. dan terlalu jauh hati ini dari tanganMu. Jangan jadikan aku bagian dari orang2 yang aku ingin marah ketika mereka menjauhiMu, mengabaikan perintah2Mu padahal mereka berkata bahwa mereka percaya hanya Enggkaulah pemilik segala yang ada di bumi dan langit ini.

8.16.2008

Kata Mutiara Arab



بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيْمِ





مَـْن جَـدَّ وَجَـدَ

“ Barang siapa bersungguh-sungguh, dapatlah ia “



اُطْلُبُوْا الْعِلْمَ مِنَ الْمَهْدِ إلَى اللَّحْدِ

“ Tuntutlah Ilmu sejak dari buaian hingga ke liang kubur “



مَنْ َيزْرَعْ َيحْصُدْ

“Barang siapa menanam pasti akan memetik"



وَمَا اللَّذَّةُ إِلاَّ بَعْدَ التَّعَبِ

“ Tidak ada kenikmatan kecuali setelah kepayahan “



لَوْلاَ الْعِلْمِ لَكَانَ النَّاسُ كَالْبَهَائِمِ




“ Seandainya tiada berilmu niscaya manusia itu seperti binatang “



خَيْرُ َجَلِيْسٍ فِى الزَّمَانِ كِتَابٌ

“ Sebaik-baik teman duduk pada setiap waktu adalah buku “



مَنْ عَرَفَ بَعْدَ السَّفَرِ اِسْتِعَدَّ

“ Barang siapa tahu jauhnya perjalanan, bersiap-siaplah ia “



عَشْرَةُ اْلقَدَمِ اَسْلَمُ مِنْ عَشْرَةِ اللِّسَانِ

“ Tergelincirnya kaki itu lebih selamat dari pada tergelincirnya lidah “



اَلْعَبْدُ يَضْرَبُ بِالْعَصَا وَالْحُرُّ تَكْفِيْهِ اْلإِشَارَةُ

“ Hamba sahaya itu harus dipukul dengan tongkat, dan orang yang merdeka (bukan budak) cukuplah dengan isyarat “



اَوَّلُ اْلغضبِ ُجنوْنٌ وَآخرُهُ ندَمٌ

“ Awal kemarahan itu adalah ketidakwarasan dan akhirnya adalah penyesalan ”



صَدِْيقُكَ َمَنْ اَبْكاَكَ لاََمَنْ اَضْحَكَكَ

“Temanmu ialah orang yang menangiskanmu (membuat menangis), bukan orang yang membuatmu tertawa”



لَيْسَ الجَمَالُ بِأَثْواَبٍ تُزَّيِّنُنَا إنَّ الجَمَالَ جَمَالُ العِلْمِ وَالأَدَبِ

“Bukanlah kegantengan itu dengan pakaian yang menghias kita, sesungguhnya kegantengan itu ialah kecantikan dengan ilmu dan kesopanan”

4 comments:

AnDy 'Jc' mengatakan...

bGoes niE Kta mUtiaRa.y , d'tambaH tRus yH mBa ^^ ..

zee.it`s me mengatakan...

hati ni tentram ukh....

Lina mengatakan...

terimakasih atas postinganx

Alleurose mengatakan...

subhanaloh....

http://acemaxs-obattradisional.com/

Posting Komentar

 
© 2008 Por FakThuL JannaH